GORONTALO, 20 OKTOBER 2026 – Dalam rangka mendorong penguatan budaya inovasi di lingkungan Pemerintah Provinsi Gorontalo serta meningkatkan kualitas dan keberlanjutan inovasi daerah, Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) melaksanakan kegiatan presentasi dan penilaian bagi inovator terpilih pada Inovasi Daerah Awards Tingkat Provinsi Gorontalo Tahun 2026. Kegiatan yang mengusung tema “Inovasi Berdampak, Gorontalo Maju” ini diselenggarakan pada hari Selasa, 20 Oktober 2026 di Manna Hall Kota Gorontalo.
Dalam laporan panitia yang disampaikan oleh Sekretaris Bappeda
Provinsi Gorontalo, Aisa Ibrahim menjelaskan secara mendalam mengenai maksud
dan tujuan dari pelaksanaan ajang ini. Maksud utama dari kegiatan ini adalah
untuk memberikan ruang apresiasi serta motivasi kepada Aparatur Sipil Negara
(ASN) dan Perangkat Daerah agar terus menciptakan pembaharuan dalam tata kelola
pemerintahan, pelayanan publik, maupun bentuk inovasi lainnya. Selain itu,
kegiatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa inovasi daerah yang dihasilkan
tidak sekadar menjadi formalitas di atas kertas, tetapi memiliki standar
kualitas yang tinggi, keberlanjutan yang terjamin, serta memberikan dampak
nyata (impactful) bagi pembangunan daerah dan pelayanan publik.
Tity Iriani Datau selaku Kepala Bidang
Penelitian dan Pengembangan dalam penjelasan materi dan teknis penilaian
menyampaikan bahwa peserta dalam kegiatan ini sebanyak 13 Inovasi yang berhasil
memenuhi 20 syarat indikator, yang di
persyaratkan dalam aplikasi Innovaitve Government Awards (IGA) Tahun 2026 Oleh
BSKDN Kemendagri yaitu inovasi dari Dinas Kesehatan, PP dan KB sebanyak 7
inovasi, Dinas Penanaman Modal PTSP sebanyak 2 inovasi, Bappeda Provinsi
Gorontalo 1 inovasi, Badan Keuangan dan Aset Daerah 1 inovasi, Dinas Pendidikan
dan Kebudayaan sebanyak 2 inovasi.
Acara ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Provinsi
Gorontalo. Dalam sambutannya, menekankan pentingnya mentransformasikan cara
kerja birokrasi melalui inovasi yang berkelanjutan. "Mari kita jadikan inovasi
sebagai budaya kerja, sebagai instrumen untuk meningkatkan kinerja
pemerintahan, dan sebagai wujud tanggung jawab kita kepada masyarakat
Gorontalo," ujar Sofian Ibrahim di hadapan para peserta dan tim penilai.
Sekda juga menambahkan bahwa peluang untuk berinovasi sebenarnya
terbuka sangat lebar di lingkungan pemerintahan jika para aparatur peka
terhadap tanggung jawabnya. "Inovasi itu dimulai dari tugas dan fungsi
kita sehari-hari. Munculkan banyak pertanyaan dari hambatan yang ada, lalu dari
sana akan ditemukan satu inovasi yang tepat untuk memperlancar dan
menyelesaikan setiap permasalahan pelayanan," pungkasnya.
Melalui penilaian Inovasi Daerah Awards 2026 ini, Pemerintah
Provinsi Gorontalo berharap dapat melahirkan terobosan-terobosan baru yang tidak
hanya mempermudah kinerja birokrasi, tetapi secara nyata mampu mendongkrak
kesejahteraan masyarakat dan membawa Gorontalo menuju kemajuan yang
berkelanjutan.
#HUMAS
GORONTALO - Selasa tgl 29 April Sekrertaris Daerah Provinsi Gorontalo membuka acara Musrenbang se Provinsi Gorontalo di hotel Grand Q beliau menyampaikan pelaksanaan musyawarah perencanaan pembangunan, jangan hanya dimaknai sebagai agenda seremonial dan rutinitas semata, namun tahapan ini merupakan salah satu ciri khas dan landasan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara secara berjenjang dari tingkatan kecamatan, kabupaten/ kota, provinsi hingga ke tingkat nasional untuk mencapai sinergi dan mufakat. karena pada hakekatnya kita sebagai warga negara indonesia memiliki hak dan peran yang sama dalam pembangunan.
rencana kerja pembangunan daerah (rkpd) provinsi gorontalo
tahun 2026 pada dasarnya bertujuan untuk memastikan tercapainya tujuan dan
sasaran pembangunan daerah menuju terwujudnya "gorontalo maju dan
sejahtera" sebagaimana visi provinsi gorontalo dalam rpjmd 2025 – 2029
yang sementara disusun.
untuk memastikan pencapaian visi tersebut di tetapkan misi yang menjadi prioritas daerah adalah mengoptimalkan
posisi strategis gorontalo terhadap ikn nusantara untuk akselarasi pembangunan melakukan
akselerasi agar gorontalo keluar dari lima provinsi termiskin di Indonesia menstimulasi
program kegiatan yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat mewujudkan
infrastruktur dan pelayanan publik yang merata dan berkualitas menjadikan “adat
bersendikan syara, syara bersendikan kitabullah” sebagai spirit pembangunan dan
kehidupan masyarakat yang penjabaran
operasionalnya difokuskan pada 5 (lima) program unggulan, yaitu peningkatan
sumber daya manusia yang mencakup peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan
melalui peningkatan kualitas akses layanan dan mutu pendidikan serta
peningkatan kualitas layanan dan prasarana kesehatan yang inklusif, peningkatan
kualitas kesehatan masyarakat, penuntasan stunting, pembangunan keluarga,
peningkatan peran pemuda, prestasi olahraga serta pemajuan adat dan budaya
gorontalo.
usaha mikro kecil menengah, yakni penguatan peran umkm dalam
memajukan basis ekonomi masyarakat dan daerah melalui peningkatan kualitas dan
produktivitas umkm yang inklusif dengan pemanfaatan media digital.
Agro maritim, fokus kepada pertanian dan perikanan untuk
peningkatan produktivitas dan kualitas hasil melalui penguatan hilirisasi.
pertanian akan dititikberatkan pada pengamanan ketahanan pangan secara nasional
dengan potensi pertanian dan peternakan di provinsi gorontalo. sektor perikanan
fokus pada peningkatan pendapatan nelayan khususnya pada perikanan tangkap
dengan skema taksi nelayan.
pariwisata, menopang ekonomi daerah melalui revitalisasi dan
pengembangan objek wisata potensial termasuk potensi geopark, manajemen event
ekonomi kreatif serta peningkatan peran pemberdayaan masyarakat dan kearifan
lokal.
infrastruktur, pemenuhan pembangunan infrastruktur dasar,
dukungan konektivitas transportasi, penyediaan energi, air bersih, layanan
teknologi informasi termasuk sarana prasarana di pedesaan dan kota dalam
mendukung pengembangan wilayah secara adil, merata, serta berkelanjutan.
Munawir Mohamad
Gorontalo, 22 April 2025 — Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan
Daerah (BAPPPEDA) Provinsi Gorontalo menggelar rapat koordinasi bersama
sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam rangka pemenuhan data Rencana
Induk dan Peta Jalan Pemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Daerah (RIPJ
PID) serta pemetaan ekosistem riset dan inovasi daerah untuk mendukung
pengembangan Produk Unggulan Daerah (PUD) Provinsi Gorontalo.
Rapat yang berlangsung
di ruang rapat lantai 1 Kantor BAPPPEDA Provinsi Gorontalo ini dipimpin
langsung oleh Tity Iriani Datau, STP, M.Si selaku Kepala Bidang Riset dan
Inovasi BAPPPEDA Provinsi Gorontalo. Kegiatan ini turut dihadiri oleh OPD
pengampu program prioritas dan Tenaga Ahli Dr. Raqhel Yunginger serta Peneliti
dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Bapak Suhandojo.
Dalam sambutannya,
Kepala Bidang Riset dan Inovasi menekankan pentingnya sinergi antar-OPD dalam
menghadirkan data dan informasi yang akurat serta terkini untuk memperkuat arah
kebijakan riset dan inovasi daerah yang sejalan dengan program prioritas
provinsi, potensi unggulan dan kebutuhan masyarakat.
“Pemenuhan data ini
sangat krusial sebagai dasar dalam menyusun roadmap riset dan inovasi, sekaligus
untuk memetakan aktor, infrastruktur, serta jejaring yang mendukung
pengembangan produk unggulan daerah secara berkelanjutan,” ujarnya.
Rapat ini membahas
secara rinci 6 instrumen utama yang menjadi komponen penting dalam
pemetaan ekosistem riset dan inovasi daerah, mulai dari Kebijakan Infrastruktur
Riset dan Inovasi di Daerah, Kapasitas kelembagaan dan daya dukung Riset dan
Inovasi, Kemitraan Riset dan Inovasi, Budaya Riset dan Inovasi, Keterpaduan
atau koherensi Riset dan Inovasi di daerah, hingga Penyelarasan dengan perkembangan global.
Diharapkan melalui
pertemuan ini, BAPPPEDA dan seluruh OPD terkait dapat mempercepat proses
pengumpulan data serta mengidentifikasi potensi riset yang mampu mendukung
pencapaian visi pembangunan daerah berbasis inovasi. (Agus)