Kabupaten Gorontalo - Di tengah padatnya agenda persiapan pelaksanaan Pekan Nasional Petani Nelayan (PENAS) ke XVII tahun 2026, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Provinsi Gorontalo Wahyudin Katili, Turun langsung ke lokasi penyambutan dan pemondokan guna pastikan kenyaman perserta dari Provinsi Kalimantan Tengah, Sabtu (20/06/2026).
Wahyudin Katili menyampaikan hal tersebut ia lakukan, karena merupakan tanggung jawab sebagai Liaison Officer (LO) pada penyelenggaran salah satu ivent Nasional.
"Jadi ini, bukan karena kami tunjuk sebagai LO ya. Tapi kami sebagai tuan rumah wajib hadir langsung di lokasi pemondokan guna memastikan seluruh kebutuhan peserta dapat terpenuhi dengan baik, Mulai dari kesiapan tempat menginap, fasilitas pendukung, hingga koordinasi pelayanan selama pelaksanaan PENAS ke XVII ini" Kata Wahyudin saat ditemui dilokasi pemondokan.
Sebelumnya Kepala Bappeda Provinsi Gorontalo itu beserta jajarannya, melaksanakan penyambutan Bupati Bupati Kotawaringin Barat dan peserta Kalimantan Tengah lainnya yang tiba di Bandara Djalaludin Gorontalo dengan prosesi adat Mopotilolo, yakni tradisi penyambutan tamu kehormatan khas Provinsi Gorontalo.
Total peserta dari Kontingen Provinsi Kalimantan Tengah berjumlah 166 peserta, yang berasal dari 13 kabupaten dan 1 kota dan turut hadir juga peserta dari BRMP kalteng. Sementara itu, tercatat 4 kabupaten belum mengirimkan perwakilan dalam kegiatan tersebut.
"Sejumlah kepala daerah dan pejabat dari Kalimantan Tengah juga telah tiba di Gorontalo,
di antaranya Bupati Kotawaringin Barat bersama Wakil Bupati Kotawaringin Barat, serta Wakil Bupati Katingan dan Wakil Bupati Barito Utara. Sementara itu, Bupati Lamandau dijadwalkan akan tiba pada 23 Juni 2026 untuk menghadiri acara penutupan PENAS XVII ini" Imbuhnya
Lebih lanjut Wahyudin Katili berharap, dengan adanya pendampingan dari pihaknya dapat memberi kenyamanan, serta dapat memberi kemudahan kepada kontingen dari Provinsi Kalimantan tengah yang akan melakukan kegiatan pada PENAS XVII di Provinsi Gorontalo.
"Hal ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Gorontalo dalam memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh peserta PENAS XVII yang datang dari berbagai daerah dan kami sebagai tuan rumah wajib memberikan pelayanan dan saya berharap dukungan dari seluruh masyarakat dalam menyukseskan pelaksanaan PENAS XVII di Bumi serambi Madinah ini" Pungkasnya
Gorontalo InfoPublik – Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Provinsi Gorontalo menggelar Rapat Koordinasi Forum Komunikasi Penelitian dan Pengembangan Daerah (FKPPD) Regional Timur Indonesia di ballroom Hotel Damhil Kota Gorontalo, Selasa (4/12/2018). Rakor yang mengambil tema ‘Sinergitas Implementasi Inovasi Daerah’, dibuka oleh Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim.
Dalam sambutannya Idris Rahim mengatakan, sebagai daerah otonom, baik provinsi maupun kabupaten/kota di regional timur Indonesia menginginkan daerah yang maju dan berhasil, sehingga bisa sejajar dengan daerah-daerah lain di Indonesia.
“Untuk maju dan berhasil tidak datang begitu saja. Perlu kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas, salah satunya dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan penelitian,” kata Idris.
Wagub mengutarakan, pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi melalui kegiatan penelitian menjadi tantangan bagi setiap daerah. Menurutnya, keberhasilan dalam penelitian yang memanfaatkan sumber daya ilmu pengetahuan akan mempercepat kinerja pemerintah daerah.
Kota Gorontalo, Kominfotik – Pemerintah Provinsi Gorontalo dalam hal ini Dinas PUPR PKP menggelar konsultasi publik Muatan Substansi Revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Gorontalo Tahun 2023-2024. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Penjabat Gubernur Ismail Pakaya bertempat di Ruang Ballroom Karawo, Kantor Bappeda Provinsi Gorontalo, Kamis (22/6/2023).
“Namanya konsultasi publik ini akan menguji apakah usulan bapak ibu terhadap RTRW yang akan diajukan masuk didalamnya atau tidak. Kalau tidak tentu akan ada penjelasannya, kita butuh penjelasan apa yang perlu dirubah bukan apa yang harus berubah dari Perda Nomor 4 Tahun 2011,” ungkap Ismail.
Usai membuka kegiatan konsultasi publik ini, Penjagub Ismail turut mengikuti pemaparan yang dibawakan oleh Kepala Bappeda Provinsi Gorontalo Sofyan Ibrahim. Menurutnya, Perda Tata Ruang perlu percepatan setelah sekian lama dibahas karena mempengaruhi perencanaan pembangunan yang berwawasan pada lingkungan Pemprov Gorontalo.
Penjagub Ismail menegaskan seluruh stakeholder yang hadir dapat memahami dan mengikuti dengan cermat revisi ranperda yang akan diusulkan ke DPRD itu. Ia tidak ingin timbul protes dari kabupaten/kota setelah ranperda diusulkan.
“Kabupaten/kota yang mewakili ada yang paham tentang tata ruang? Tolong ini diperhatikan dengan baik, jangan nanti sudah masuk ke DPR kemudian komplein kenapa PKSN nya bertambah, PKL nya berubah,” tanya sekaligus tegas Ismail.
Sementara itu, Sofyan Ibrahim dalam paparannya menjelaskan empat tahapan terakhir revisi ranperda RTRW diantaranya perubahan materi teknis RZWP3K dan proses asistensi teknis dengan Subdit Wilayah II Kementerian ATR BPN pada Oktober 2021 – Desember 2022. Kemudian target mendapatkan persetujuan teknis Kementerian KKP dan Rekom Peta Dasar dari BIG pada Mei-Agustus 2022.
Tahapan berikutnya penyusunan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) Integrasi sejak Oktober 2022 -Juni 2023. Hingga pada hari ini termasuk pada tahapan keempat yakni pembahasan lintas sektor RTRW Provinsi Gorontalo yang ditindaklanjuti dengan konsultasi publik.