SEKRETARIAT SDGS DAN GIZ KUNJUNGI DESA HUTABOHU, DOKUMENTASIKAN PRAKTIK BAIK PETERNAKAN SAPI

LainnyaTerbaru
  • Sinkronisasi Kebijakan Pengentasan Kemiskinan, SPM dan Sekolah Rakyat, Kemendagri RI Kunjungi Provinsi Gorontalo

    Gorontalo — Pemerintah Provinsi Gorontalo menerima kunjungan Tim Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri RI) dalam rangka monitoring dan sinkronisasi pelaksanaan kebijakan pembangunan urusan sosial di daerah. Kegiatan ini difokuskan pada tiga agenda utama, yakni evaluasi kinerja pengentasan kemiskinan, pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Sosial, serta implementasi Program Sekolah Rakyat (SR).

    Rapat kerja yang berlangsung di Aula Lantai 3 Bappeda Provinsi Gorontalo tersebut dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo, Sofian Ibrahim. Dalam sambutannya, Sekda menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah provinsi dan kabupaten/kota, serta dukungan akademisi, dunia usaha, dan masyarakat dalam memastikan program pembangunan sosial berjalan efektif dan berkelanjutan.

    Pertemuan ini dihadiri oleh peserta lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Gorontalo serta OPD Kabupaten/Kota se-Provinsi Gorontalo. Forum rapat kerja dimanfaatkan untuk menyelaraskan kebijakan pusat dan daerah, sekaligus mengevaluasi capaian dan tantangan pelaksanaan program-program prioritas di wilayah se-Provinsi Gorontalo.

    Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Pusat melalui Kemendagri RI menyampaikan apresiasi atas kinerja Pemerintah Provinsi Gorontalo dan Pemerintah Kabupaten/Kota se-Gorontalo yang dinilai mampu menjaga komitmen pelaksanaan program pengentasan kemiskinan dan pemenuhan SPM Bidang Sosial, serta mendorong implementasi Program Sekolah Rakyat secara bertahap.

    Salah satu capaian yang mendapat perhatian adalah keberhasilan Program Sekolah Rakyat yang telah beroperasi di Kabupaten Boalemo. Program ini dinilai sebagai langkah konkret dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia bagi masyarakat kurang mampu dan menjadi contoh implementasi kebijakan strategis nasional di daerah, serta diharapkan dapat menjadi rujukan dan direplikasi oleh daerah lain di wilayah Provinsi Gorontalo. Selain itu, Tim Kemendagri RI juga mencatat kinerja Pemerintah Provinsi Gorontalo dan Pemerintah Kabupaten/Kota se-Gorontalo dalam pemenuhan layanan dasar melalui Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Sosial yang telah mencapai 97,35 persen, serta kinerja penurunan angka kemiskinan yang menunjukkan tren konsisten dari tahun ke tahun

    Tim Kemendagri RI yang dipimpin oleh Kepala Direktorat Sosial Budaya Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah (Bina Bangda) menegaskan pentingnya sinkronisasi perencanaan dan pelaksanaan program antara pemerintah pusat dan daerah agar setiap kebijakan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

    Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun penguatan koordinasi dan keselarasan kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendukung percepatan pengentasan kemiskinan, pemenuhan SPM Bidang Sosial, serta pengembangan Program Sekolah Rakyat di Provinsi Gorontalo.

    1 month ago
  • BAPPEDA Provinsi Gorontalo Gelar Rapat Koordinasi Dan Evaluasi Penyusunan LKPJ Gubernur Gorontalo Tahun 2025 Dan Perumusan Materi Refleksi Kinerja 1 (Satu) Tahun Kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur

    Menjelang 1 (satu) Tahun Kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Gorontalo, Bappeda menyelenggarkan Rapat Koordinasi Dan Evaluasi Penyusunan LKPJ Gubernur Gorontalo Tahun 2025 Dan Perumusan Materi Refleksi Kinerja 1 (Satu) Tahun Kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur. Kamis (5/2/2026)

    Bertempat di Aula Karawo Bappeda Provinsi Gorontalo yang dihadiri Sekretaris dan Pejabat Fungsional Perencana OPD se Provinsi Gorontalo.

    Tujuan dari pertemuan ini membahas penyusunan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Gorontalo Tahun 2025 dan dalam rangka penyusunan materi Refleksi Kinerja 1 (Satu) Tahun Masa Kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur.

    Kegiatan ini merupakan proses bersama untuk memaksimalkan penyusunan dokumen LKPJ Gubernur sebagai laporan pertanggungjawaban kinerja yang akan disampaikan Kepala Daerah kepada DPRD, dan menjadi bahan evaluasi Kementerian Dalam Negeri RI terhadap Kinerja Pembangunan Daerah Provinsi Gorontalo sebagaimana diatur dalam Undang-undang 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah.

    Kepala Bappeda Provinsi Gorontalo yang diwakili Kepala Bidang Perencanaan Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Max Moerad menyampaikan bahwa Tahun 2025 merupakan tahun transisi perencanaan sehingga masih perlu dilakukan penyesuaian-penyesuaian terhadap beberapa capaian kinerja Pembangunan. Lebih lanjut disampaikan LKPJ Tahun 2025 merupakan LKPJ perdana yang akan disampaikan Gubernur Gorontalo dalam Sidang Paripurna Penyampaian LKPJ Gubernur. Olehnya kami berharap perlu adanya pencermatan terhadap laporan-laporan kinerja yang telah disampaikan.

    Disaat yang sama juga dibahas beberapa Program Kegiatan strategis daerah yang dilaksanakan termasuk Program Unggulan dan dukungan terhadap prioritas Nasional, serta capaian kinerja pembangunan daerah yang menjadi muatan dalam refleksi kinerja 1 tahun masa kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur periode 2025-2029. Materi ini nantinya akan kita maksimalkan bersama dengan Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik dalam penyeleaiannya, tentunya dengan dukungan dari seluruh OPD lingkup Pemerintah Provinsi Gorontalo.

    LKPJ Gubernur dan penyusunan materi dalam rangka refleksi kinerja Gubernur dan Wakil Gubernur dalam 1 (satu) tahun kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur, merupakan bagian dari proses evaluasi terhadap kinerja-kinerja pembangunan daerah.  Oleh karenanya hal ini menjadi momentum yang tepat dalam mefleksikan hal-hal yang telah kita laksanakan dan wujudkan bersama pencapaian visi misi Kepala Daerah periode 2025-2029.

    Pewarta: Trisye/Humas

    1 month ago
  • Workshop Penyusunan RAD SDGs 2025-2030 : Bahas Strategi Pelaksanaan Pilar Sosial dan Tata Kelola

     Sekretariat SDGs Provinsi Gorontalo menyelenggarakan workshop penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) SDGs 2025–2030, yang difokuskan pada pembahasan capaian, tantangan, dan strategi pelaksanaan Pilar Sosial serta Pilar Hukum dan Tata Kelola.

    Kegiatan ini menjadi bagian penting dari tahapan penyusunan dokumen RAD SDGs, yang akan menjadi pedoman arah kebijakan pembangunan berkelanjutan Provinsi Gorontalo untuk lima tahun ke depan. Kegiatan workshop dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bappeda Provinsi Gorontalo, Abd Wahab Otaya.

    Dalam sambutannya, Abdul Wahab menyampaikan bahwa penyusunan RAD SDGs bukan sekadar memenuhi komitmen global, tetapi juga menjadi upaya bersama untuk memastikan pembangunan daerah mampu menjawab isu-isu prioritas lokal, terutama di bidang sosial dan tata kelola pemerintahan.

    “Sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam memastikan SDGs tidak berhenti pada dokumen, tetapi hadir dalam aksi nyata yang dirasakan masyarakat,” ujarnya.

    Sementara itu, Penanggung jawab kegiatan Wiwik Junus Ismail menyampaikan, bahwa diskusi berlangsung interaktif dan produktif, menghasilkan berbagai masukan strategis untuk memperkuat kebijakan dan program pada Pilar Sosial serta Pilar Hukum dan Tata Kelola.

    “Beberapa isu yang mengemuka meliputi Indikator Prevalence of Undernourishment (POU) yang mengukur persentase populasi yang mengalam kekurangan gizi dan kalori. Selain itu juga terkait Anak tidak Sekolah, peningkatan kualitas pelayanan sosial dasar, penguatan kelembagaan dan partisipasi masyarakat, serta pengembangan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel,” jelasnya.

    Melalui kegiatan ini, Sekretariat SDGs Provinsi Gorontalo menegaskan komitmennya untuk memperkuat kolaborasi antar pemangku kepentingan dalam penyusunan RAD SDGs 2025–2030.

    Dokumen ini diharapkan menjadi instrumen strategis, yang tidak hanya mendukung pencapaian target SDGs di tingkat provinsi, tetapi juga mempercepat transformasi pembangunan yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan bagi masyarakat Gorontalo.

    Workshop ini dihadiri oleh perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Gorontalo, instansi vertikal, serta mitra pembangunan. Narasumber berasal dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo dan kalangan akademisi, yang memberikan paparan mengenai kondisi capaian indikator sosial dan tata kelola serta pendekatan kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy) dalam mendukung implementasi SDGs. (Adv) 

    https://pojok6.id/workshop-penyusunan-rad-sdgs-2025-2030-bahas-strategi-pelaksanaan-pilar-sosial-dan-tata-kelola/ 

    4 months ago
  • Seleksi Inovator Terbaik Provinsi Gorontalo 2025 : 19 Inovator Paparkan Gagasan di Hadapan Dewan Juri

    Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bapppeda) Provinsi Gorontalo menggelar kegiatan presentasi inovasi dalam rangka Seleksi Inovator Terbaik Provinsi Gorontalo Tahun 2025, Senin (3/11/2025), bertempat di Lantai 3 (Tiga) Kantor Bapppeda Provinsi Gorontalo.

    Kegiatan tersebut dibuka secara langsung oleh Kepala Bapppeda Provinsi Gorontalo, Wahyudin A. Katili, dan diikuti oleh 19 inovator dari berbagai perangkat daerah Provinsi Gorontalo, yang telah memenuhi seluruh indikator penilaian Innovative Government Award (IGA) Tahun 2025 dan Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) Tahun 2025.

    Dalam sambutannya, Wahyudin menyampaikan, bahwa ajang ini bukan sekadar kompetisi, melainkan ruang apresiasi dan pembelajaran bersama untuk mendorong budaya inovasi di lingkungan pemerintahan daerah.

    “Kita berharap kegiatan ini dapat menjadi wadah untuk berbagi inspirasi dan memperkuat semangat berinovasi, dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Wahyudin.

    Sementara itu, untuk pelaksanaan presentasi dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama diikuti oleh 10 (Sepuluh) inovator yang memaparkan inovasinya sejak pagi hingga waktu istirahat. Sementara 9 (Sembilan) inovator lainnya tampil pada sesi kedua setelah istirahat.

    Setiap peserta diberikan waktu 15 menit untuk mempresentasikan inovasinya, termasuk sesi tanya jawab bersama dewan juri berjumlah lima orang, diantaranya Dr. Ir. H. Yosef P. Koton, M.Si, Dr. Yola Oktavia Mokoagow, S.Sos, M.Si, Boby Rantow Payu, S.Si, ME, Fried Dewi H. Ahmad, S.Kom., M.Eng dan Wiwik Junus Ismail, SS,M.Pd.

    Dalam proses pelaksanaan seleksi tersebut, dewan juri menganalisis, mengevaluasi, dan menilai setiap inovasi yang diajukan, dengan fokus pada aspek kebaruan, manfaat, relevansi dan kesesuaian, kelayakan, kreativitas, keberlanjutan, replikasi, serta kualitas presentasi dari masing-masing peserta. Penilaian ini menjadi dasar penting dalam menentukan inovator terbaik.

    Para inovator menyampaikan gagasan mereka dalam bentuk presentasi PowerPoint maksimal 8 (delapan) slide, serta diperbolehkan menampilkan media pendukung sesuai kebutuhan.

    Melalui kegiatan ini, Bapppeda Provinsi Gorontalo berharap dapat menjaring inovasi terbaik yang layak menjadi representasi daerah, dalam berbagai ajang kompetisi inovasi tingkat nasional, sekaligus memperkuat ekosistem inovasi daerah menuju tata kelola pemerintahan yang adaptif dan berkelanjutan. (Adv)

    https://pojok6.id/seleksi-inovator-terbaik-provinsi-gorontalo-2025-19-inovator-paparkan-gagasan-di-hadapan-dewan-juri/

    4 months ago
  • Bapppeda Provinsi Gorontalo Ikuti GKK2025, dengan Tema "Harmoni Nusantara, Gorontalo dan Betawi Bersatu”

    GORONTALO  - Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Provinsi Gorontalo, turut berpartisipasi dalam gelaran Gorontalo Karnaval Karawo (GKK) 2025, yang diselenggarakan Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo bersama Bank Indonesia (BI) Perwakilan Gorontalo, Sabtu (27/9/2025), di Jl. Andalas, tepatnya di depan gedung Grand Palace Convention Center (GPCC) Kota Gorontalo.

    Kepala Bappeda Provinsi Gorontalo, Wahyudin Katili mengungkapkan, pada Gorontalo Karnaval Karawo tahun 2025 ini, Bappeda Provinsi Gorontalo mengusung tema “Harmoni Nusantara, Gorontalo dan Betawi Bersatu”. Tema ini mengandung makna semangat, kolaboratif dan keharmonisan nusantara, dimana dua budaya yang berbeda namun dapat disatukan menjadi sesuatu yang nilainya sangat indah, dan menunjukan dimana perbedaan bukanlah hal yang buruk, melaikan satu keindahan jika di selaraskan dengan baik.

    “Terlebih Gorontalo dan Betawi mempunyai kesamaan akar budaya, budaya melayu yang menjadi dasar serta adanya kesamaan dalam semangat gotong royong. Kemudian motif pakaian budaya dan ekspresi seni musik yang ditampilkan melalui atraksi, seperti pertunjukan musik tanjidor dan gerakan tarian, jadi sangat sinkron kedua budaya ini disatukan,” kata Wahyudin saat menghadiri pembukaan GKK 2025.

    Selain itu, ia menambahkan dalam GKK 2025 Bappeda Provinsi Gorontalo juga menonjolkan perpaduan kain sulaman karawo dan seni tradisional, yang menjadi ciri khas Gorontalo dan Betawi.

    “Dengan demikian, melalui partisipasi di Gorontalo Karnaval Karawo 2025 ini, Bappeda Provinsi Gorontalo tidak hanya menampilkan kekayaan budaya dan kolaboratif, tetapi juga menegaskan komitmen dalam mendukung tujuan Gubernur Gorontalo untuk mendorong karawo sebagai ikon unik dan warisan budaya Gorontalo yang mendunia, serta sebagai penggerak ekonomi kreatif daerah,” pungkasnya.

    Diketahui untuk penampilan Bappeda Provinsi Gorontalo dalam Gorontalo Karnaval Karawo 2025, turut diarahkan langsung oleh Kepala Bappeda Provinsi Gorontalo, Wahyudin Katili, dengan penanggung jawab Kasubag Umum dan Kepegawaian, Roya Mada, beserta seluruh tim pendukung Bappeda Provinsi Gorontalo. (Frengki)

     

    6 months ago