Gorontalo, Kamis, 23/07/26 –
Bappeda Provinsi Gorontalo Gelar Rapat Sinkronisasi Kebijakan Manajemen Risiko
Pembangunan Nasional (MRPN) Lintas Sektor dan Manajemen Risiko Organisasi
Pemerintah Daerah.
Kegiatan di buka oleh Asisten III Administrasi umum Syukri Suratinoyo yang didampingi langsung oleh kepala Bappeda Provinsi Gorontalo, Dr, Wahyudin Katili.
Dalam
sambutanya Syukri menyampaikan bahwa Manajemen Risiko Pembangunan Nasional
(MRPN) menjadi instrumen utama dalam mendukung pencapaian target RPJMN
2025–2029 serta prioritas pembangunan nasional. Pemerintah daerah diharapkan
mampu merespons berbagai risiko strategis, seperti perubahan iklim dan
tantangan pembangunan lainnya, melalui penerapan manajemen risiko yang
terintegrasi.,
“Pemerintah
Provinsi Gorontalo telah melakukan penilaian risiko terhadap sasaran RPJMD,
terutama pada sektor kesehatan dan pendidikan. Risiko utama yang
teridentifikasi meliputi belum optimalnya koordinasi lintas sektor,
keterbatasan kapasitas SDM, infrastruktur yang belum memadai, kelemahan
perencanaan dan penganggaran, serta rendahnya partisipasi masyarakat”. Tutur
kepala Bappeda Provinsi Gorontalo.
“Diakhir
Syukri Suratinoyo selaku Asisten III menegaskan penerapan manajemen risiko
memerlukan komitmen seluruh perangkat daerah. Kepala OPD sebagai Risk Owner
bertanggung jawab memastikan pelaksanaan Rencana Tindak Pengendalian (RTP),
melakukan pemantauan risiko secara berkala, serta melaporkan perkembangan
pengelolaan risiko. Sementara itu, APIP/Inspektorat berperan memberikan
assurance, konsultasi manajemen risiko, evaluasi efektivitas pengendalian,
serta memfasilitasi penyempurnaan RTP sehingga tujuan pembangunan daerah dapat
tercapai secara lebih efektif.
#HUMAS