IPKD bukan sekedar kewajiban administrasi tetapi menjadi instrumen penting dalam menilai kualitas tata kelola keuangan daerah maka dari itu data yang disiapkan harus akurat,lengkap, dan tepat waktu.
Untuk memperkuat Sinergi riset Antara pemerintah Provinsi Gorontalo
Rapat
Rapat Pemenuhan Data RIPJPID
Asersi Kualitas Perencanaan dan Penganggaran Pemerintah Daerah Tahun 2025 oleh Tim Perwakilan Gorontalo
Rakor Tim Penyusun Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban Gubernur (LKPJ)
Pendampingan Penanganan Kasus Dugaan Pelanggaran Disiplin Menggunakan Aplikasi Sistem Informasi Pengawasan Penegakan Disiplin ASN (SIPPEDAS)
Plt. Kepala Bapppeda Provinsi Gorontalo Ir. Handoyo Sugiharto, MM, IPM Mengikuti Workshop Kick-Off Study Public Expenditure And Revenue Analysis (PERA)
Pendampingan Penginputan SPIP Terintegrasi
Rapat kordinasi anunya si anu
Forum Inklusi
Forum Inklusi
Sosialisasi Penyusunan RPJMD dan Renstra Tahun 2025 - 2029
RPJMD
RPJMD 2025 - 2029
Dialog Bersama Australian
RPJMD 2025 - 2029
Penerimaan Penghargaan Staf Entry E-Monev NG Terbaik 2024
Kegiatan
Kegiatan
GORONTALO, 19
Februari 2026 — BAPPEDA Provinsi Gorontalo bersama
perwakilan JIKTI (Jaringan Ikatan Peneliti Indonesia) wilayah timur yang di
koordinir oleh Dr. Hijrah Lahaling S.H.I., M.H menggelar diskusi strategis
sebagai persiapan Stakeholders Meeting dan Workshop Kolaborasi yang akan
dilaksanakan pada 25–26 Februari 2026 di Gorontalo.
Kegiatan ini
merupakan tindak lanjut Forum Pengetahuan Peneliti Indonesia Timur 2025 hasil
kolaborasi BaKTI–KONEKSI dan Pemerintah Daerah Provinsi Gorontalo, dalam rangka
menyusun proposal riset kolaboratif untuk memperkuat kebijakan berbasis bukti.
Dalam diskusi
tersebut, beberapa tema yang sebelumnya dihimpun kembali dikerucutkan
berdasarkan tingkat urgensinya. Lima tema yang dibahas meliputi pemberdayaan
UMKM dan entrepreneurship berbasis potensi lokal, kebijakan inklusi sosial dan
disabilitas, konservasi lingkungan dan energi terbarukan, penguatan tata kelola
pemerintahan berbasis teknologi, serta pengembangan ekonomi hijau.
Adapun hasil
diskusi ini menunjukkan bahwa forum sepakat memfokuskan pada tiga tema utama
yang memiliki urgensi tinggi dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat
Gorontalo serta mengacu pada program strategis nasional dan prioritas provinsi
gorontalo yang dituangkan dalam RPJMD 2025-2029. "Kalau tiga tema itu
kan kita sudah tetapkan, tinggal merumuskan judul penelitian yang tepat untuk
masing-masing tema,” ujar Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan, Tity
Iriani Datau, STP, M.Si.
Workshop yang akan dilaksanakan selama dua hari nanti akan difasilitasi
oleh BaKTI-KONEKSI dan diikuti oleh tiga puluh lima orang peneliti aktif yang
tergabung dalam JIKTI. Harapnya Kegiatan kolaboratif berikutnya akan
menitikberatkan pada penyusunan judul penelitian, perumusan masalah, pemilihan
metode, dan penetapan hasil yang jelas. Langkah ini memastikan setiap proposal
siap dikembangkan lebih lanjut dan diajukan dalam skema kolaboratif yang terstruktur.
GORONTALO, 12 Februari 2026 — BAPPEDA Provinsi Gorontalo bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) membahas penguatan pengelolaan persampahan terpadu melalui optimalisasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Talumelito. Rapat ini menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga riset dalam merumuskan kebijakan dan penerapan teknologi pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Bappeda Provinsi Gorontalo, Tity
Iriani Datau, STP, M.Si menyampaikan
bahwa persoalan persampahan merupakan isu lingkungan yang harus segera
ditangani, terutama terkait potensi pencemaran air lindi di TPA Talumelito. Ia
juga mengungkapkan bahwa sejak 2023, Provinsi Gorontalo telah menjalin
kolaborasi internasional dengan Jepang dalam pengelolaan lingkungan sebagai
bagian dari upaya mencari solusi jangka panjang.
Dalam rapat tersebut, Bapak Marten memaparkan kondisi eksisting TPA
Talumelito yang telah beroperasi sejak 2011 dan masih aktif hingga kini.
Peningkatan timbulan sampah menjadi tantangan utama, dengan volume sampah masuk
sekitar 140 ton dan tingkat penerimaan mencapai 70%. Keterbatasan kapasitas
kolam serta pemilahan sampah yang belum optimal menyebabkan sistem landfill
masih dominan digunakan.
Dari aspek riset dan teknologi, disampaikan bahwa pengelola TPA telah
menerima hasil kajian dari Institut Teknologi Bandung (ITB) terkait klasifikasi
jenis sampah, serta melakukan pengujian kualitas air secara rutin dengan hasil
yang dinyatakan aman. Peluang penerapan teknologi pemilah sampah otomatis turut
dibahas, namun implementasinya masih memerlukan kejelasan kerja sama dan kajian
menyeluruh dari sisi teknis, kebijakan, dan ekonomi.
Sebagai penegasan, perwakilan BRIN menyampaikan dukungan terhadap pengelolaan persampahan berbasis riset agar kebijakan dan teknologi yang diterapkan tepat guna. Rapat ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, akademisi, dan lembaga riset dalam mewujudkan pengelolaan persampahan yang terpadu, adaptif, dan berkelanjutan di Provinsi Gorontalo.
_ FHumas
Matsuyama,
Jepang – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi
Gorontalo, Dr. Wahyudin Athar Katili, S.STP, MT, mendampingi Gubernur Gorontalo
Dr. Ir. H. Gusnar Ismail, MM sebagai Pembicara Utama pada Seminar City-to-City Collaboration for Low Carbon
Society yang digelar tanggal 5-6 Februari 2026 di Kota Matsuyama, Ehime Prefecture, Jepang. Kehadiran
delegasi Provinsi Gorontalo juga sekaligus memenuhi undangan kehormatan
Gubernur Ehime Prefecture, Tokihiro
Nakamura.
Seminar internasional tersebut dihadiri perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup Jepang serta delegasi dari berbagai negara peserta program City-to-City Collaboration for Low Carbon Society. Forum ini menjadi ajang berbagi pengalaman dan praktik terbaik antarwilayah dalam mendorong pembangunan berwawasan lingkungan dan rendah emisi karbon.
Dalam pemaparannya, Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menjelaskan strategi Pemerintah Provinsi Gorontalo dalam pengelolaan dan pengendalian perubahan iklim, termasuk komitmen terhadap pembangunan rendah karbon yang inklusif dan berkelanjutan. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan perencanaan pembangunan, pemanfaatan teknologi ramah lingkungan, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Pada pertemuan khusus dengan Gubernur Ehime Prefecture, Gusnar Ismail bersama jajaran Pemerintah Provinsi Gorontalo membahas keberlanjutan kerja sama di sejumlah sektor strategis, antara lain lingkungan hidup (kelanjutan pekerjaan pengolahan air lindi di UPTD TPA Talumelito), pertanian (padi dan jeruk), perikanan (tuna), serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM). Dalam kesempatan itu juga dibahas kontribusi Ehime Prefecture melalui donasi empat unit ambulans yang saat ini telah beroperasional di RSU Hasri Ainun Habibie Provinsi Gorontalo.
Penguatan kerja sama tersebut dimotori oleh Bappeda Provinsi Gorontalo bersama OPD terkait, dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan di daerah. Kolaborasi ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah, khususnya dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan.
Selain mengikuti rangkaian seminar, delegasi Provinsi Gorontalo juga menyaksikan demonstrasi teknologi lingkungan dari perusahaan di Ehime Prefecture, yakni Daiki Axis dan Aiken Kakoki. Teknologi yang diperkenalkan berfokus pada pengelolaan limbah dan sistem lingkungan berkelanjutan.
Ke depan, Pemerintah Provinsi Gorontalo berharap dapat menerapkan teknologi Joukatsu di berbagai sektor, termasuk fasilitas industri, rumah sakit, dan lokasi strategis lainnya di Gorontalo, sebagai bagian dari upaya penguatan pembangunan rendah karbon dan peningkatan kualitas lingkungan hidup.
_Humas
Gorontalo — Pemerintah Provinsi Gorontalo menerima kunjungan Tim
Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri RI) dalam rangka
monitoring dan sinkronisasi pelaksanaan kebijakan pembangunan urusan sosial di
daerah. Kegiatan ini difokuskan pada tiga agenda utama, yakni evaluasi kinerja
pengentasan kemiskinan, pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang
Sosial, serta implementasi Program Sekolah Rakyat (SR).
Rapat kerja yang berlangsung di Aula Lantai 3 Bappeda Provinsi Gorontalo
tersebut dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo, Sofian
Ibrahim. Dalam sambutannya, Sekda menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi
antara pemerintah pusat, pemerintah daerah provinsi dan kabupaten/kota, serta
dukungan akademisi, dunia usaha, dan masyarakat dalam memastikan program
pembangunan sosial berjalan efektif dan berkelanjutan.
Pertemuan ini dihadiri oleh peserta lintas Organisasi Perangkat Daerah
(OPD) Provinsi Gorontalo serta OPD Kabupaten/Kota se-Provinsi Gorontalo. Forum
rapat kerja dimanfaatkan untuk menyelaraskan kebijakan pusat dan daerah,
sekaligus mengevaluasi capaian dan tantangan pelaksanaan program-program
prioritas di wilayah se-Provinsi Gorontalo.
Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Pusat melalui Kemendagri RI
menyampaikan apresiasi atas kinerja Pemerintah Provinsi Gorontalo dan
Pemerintah Kabupaten/Kota se-Gorontalo yang dinilai mampu menjaga komitmen
pelaksanaan program pengentasan kemiskinan dan pemenuhan SPM Bidang Sosial,
serta mendorong implementasi Program Sekolah Rakyat secara bertahap.
Salah satu capaian yang mendapat perhatian adalah keberhasilan Program
Sekolah Rakyat yang telah beroperasi di Kabupaten Boalemo. Program ini dinilai
sebagai langkah konkret dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia bagi masyarakat
kurang mampu dan menjadi contoh implementasi kebijakan strategis nasional di
daerah, serta diharapkan dapat menjadi rujukan dan direplikasi oleh daerah lain
di wilayah Provinsi Gorontalo. Selain itu, Tim Kemendagri RI juga mencatat
kinerja Pemerintah Provinsi Gorontalo dan Pemerintah Kabupaten/Kota
se-Gorontalo dalam pemenuhan layanan dasar melalui Standar Pelayanan Minimal
(SPM) Bidang Sosial yang telah mencapai 97,35 persen, serta kinerja penurunan
angka kemiskinan yang menunjukkan tren konsisten dari tahun ke tahun
Tim Kemendagri RI yang dipimpin oleh Kepala Direktorat Sosial Budaya
Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah (Bina Bangda) menegaskan pentingnya
sinkronisasi perencanaan dan pelaksanaan program antara pemerintah pusat dan
daerah agar setiap kebijakan memberikan dampak nyata bagi peningkatan
kesejahteraan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun penguatan koordinasi dan keselarasan kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendukung percepatan pengentasan kemiskinan, pemenuhan SPM Bidang Sosial, serta pengembangan Program Sekolah Rakyat di Provinsi Gorontalo.
Humas
Gorontalo — Pemerintah Provinsi Gorontalo menerima kunjungan Tim Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri RI) dalam rangka monitoring dan sinkronisasi pelaksanaan kebijakan pembangunan urusan sosial di daerah. Kegiatan ini difokuskan pada tiga agenda utama, yakni evaluasi kinerja pengentasan kemiskinan, pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Sosial, serta implementasi Program Sekolah Rakyat (SR).
Rapat kerja yang berlangsung di Aula Lantai 3 Bappeda Provinsi Gorontalo tersebut dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo, Sofian Ibrahim. Dalam sambutannya, Sekda menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah provinsi dan kabupaten/kota, serta dukungan akademisi, dunia usaha, dan masyarakat dalam memastikan program pembangunan sosial berjalan efektif dan berkelanjutan.
Pertemuan ini dihadiri oleh peserta lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Gorontalo serta OPD Kabupaten/Kota se-Provinsi Gorontalo. Forum rapat kerja dimanfaatkan untuk menyelaraskan kebijakan pusat dan daerah, sekaligus mengevaluasi capaian dan tantangan pelaksanaan program-program prioritas di wilayah se-Provinsi Gorontalo.
Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Pusat melalui Kemendagri RI menyampaikan apresiasi atas kinerja Pemerintah Provinsi Gorontalo dan Pemerintah Kabupaten/Kota se-Gorontalo yang dinilai mampu menjaga komitmen pelaksanaan program pengentasan kemiskinan dan pemenuhan SPM Bidang Sosial, serta mendorong implementasi Program Sekolah Rakyat secara bertahap.
Salah satu capaian yang mendapat perhatian adalah keberhasilan Program Sekolah Rakyat yang telah beroperasi di Kabupaten Boalemo. Program ini dinilai sebagai langkah konkret dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia bagi masyarakat kurang mampu dan menjadi contoh implementasi kebijakan strategis nasional di daerah, serta diharapkan dapat menjadi rujukan dan direplikasi oleh daerah lain di wilayah Provinsi Gorontalo. Selain itu, Tim Kemendagri RI juga mencatat kinerja Pemerintah Provinsi Gorontalo dan Pemerintah Kabupaten/Kota se-Gorontalo dalam pemenuhan layanan dasar melalui Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Sosial yang telah mencapai 97,35 persen, serta kinerja penurunan angka kemiskinan yang menunjukkan tren konsisten dari tahun ke tahun
Tim Kemendagri RI yang dipimpin oleh Kepala Direktorat Sosial Budaya Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah (Bina Bangda) menegaskan pentingnya sinkronisasi perencanaan dan pelaksanaan program antara pemerintah pusat dan daerah agar setiap kebijakan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun penguatan koordinasi dan keselarasan kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendukung percepatan pengentasan kemiskinan, pemenuhan SPM Bidang Sosial, serta pengembangan Program Sekolah Rakyat di Provinsi Gorontalo.