Bappeda Provinsi Gorontalo Gelar Sosialisasi dan Bimtek SIPD Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah

LainnyaTerbaru
  • Kolaborasi UNG dan Pemerintah Daerah: Model Sociotechnopreneurship dalam Meningkatkan Keberlanjutan Pemasaran Desa Wisata di Provinsi Gorontalo
    Gorontalo – Upaya memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah kembali ditegaskan melalui kegiatan diseminasi hasil riset tahun 2025 dan Focus Group Discussion (FGD) untuk pengumpulan data riset tahun 2026 yang dilaksanakan pada Kamis, 23 April 2026, bertempat di Ruang Rapat Lantai III Bappeda Provinsi Gorontalo.

    Kegiatan ini merupakan bagian dari penelitian multiyears yang didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) untuk tahun 2025–2026 dengan judul “Analisis Pengembangan Model Sociotechnopreneurship dalam Meningkatkan Keberlanjutan Pemasaran Desa Wisata yang Terintegrasi Potensi Aspiring Geopark di Provinsi Gorontalo.”

    Penelitian ini dilaksanakan oleh tim peneliti dari Universitas Negeri Gorontalo (UNG), yakni Dr. Hapsawati Taan, ST., MM sebagai ketua, bersama Dr. Idris Yanto Niode, MM (Almarhum), dan Moh. Zubair Hippy, SE., M.Pd., M.Si.

    Kegiatan diseminasi tahun 2025 memaparkan capaian riset yang berfokus pada dua aspek utama, yaitu perancangan structural modelling untuk menggambarkan kinerja pemasaran desa wisata yang terintegrasi dengan potensi Geopark, serta optimalisasi strategi pemasaran berbasis experiential marketing dan sociotechnopreneurship dalam meningkatkan daya saing desa wisata.

    Sementara itu, FGD yang dilaksanakan bertujuan untuk memperkaya data dan perspektif dalam menjawab arah penelitian tahun 2026, khususnya terkait pengembangan manajemen pemasaran berkelanjutan berbasis model sociotechnopreneurship yang inovatif dan adaptif terhadap perubahan preferensi wisatawan, serta perumusan model bisnis sociotechnopreneurship dalam meningkatkan pemasaran desa wisata yang terintegrasi dengan potensi Aspiring Geopark Gorontalo.

    Kegiatan ini difasilitasi oleh Bappeda Provinsi Gorontalo dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan strategis, antara lain Dinas Pariwisata Provinsi dan Kabupaten/Kota, Dinas Pemberdayaan Desa dan Masyarakat, Dinas Koperasi dan UMKM, Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Gorontalo, akademisi, serta stakeholder terkait lainnya. Kehadiran lintas sektor ini menunjukkan pentingnya pendekatan kolaboratif dalam menghasilkan riset yang aplikatif dan berdampak.

    Dalam sambutannya, Kepala Bappeda Provinsi Gorontalo, Dr. Wahyudin A. Katili, S.STP, MT menegaskan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah menjadi kunci dalam menghasilkan riset yang berkualitas dan relevan.

    “Kolaborasi ini sangat penting, sejalan dengan semangat Kemdiktisaintek Berdampak, agar proses penelitian tidak hanya berhenti pada akademik semata, tetapi mampu menghasilkan data yang kuat dan rekomendasi kebijakan yang dapat diimplementasikan secara nyata oleh pemerintah daerah,” ujarnya.

    Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan berbagai stakeholder dalam FGD menjadi langkah strategis untuk memastikan bahwa hasil riset benar-benar mencerminkan kondisi lapangan dan kebutuhan pembangunan daerah.

    Ketua tim peneliti, Dr. Hapsawati Taan, ST., MM menyampaikan bahwa penelitian ini diharapkan dapat menjadi model pengembangan desa wisata yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan kunjungan, tetapi juga pada keberlanjutan ekonomi, sosial, dan teknologi.

    “Riset ini diharapkan mampu menghasilkan model sociotechnopreneurship yang tidak hanya inovatif, tetapi juga kontekstual dengan potensi lokal Gorontalo, sehingga dapat memperkuat daya saing desa wisata sekaligus mendukung pengembangan Aspiring Geopark secara berkelanjutan,” jelasnya.

    Ia juga menekankan bahwa keterlibatan pemerintah daerah dan stakeholder lainnya sangat krusial dalam memastikan kualitas data dan relevansi model yang dikembangkan.

    Sementara itu, Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Bappeda Provinsi Gorontalo, Tity Iriani Datau, STP, M.Si yang turut memandu jalannya FGD menyampaikan bahwa forum ini menjadi ruang strategis untuk menyatukan berbagai perspektif.

    “FGD ini penting untuk menggali masukan dari berbagai pihak agar model yang dihasilkan benar-benar komprehensif, aplikatif, dan mampu menjawab tantangan pemasaran desa wisata ke depan,” ungkapnya.

    Melalui kegiatan ini, kolaborasi antara Universitas Negeri Gorontalo dan Pemerintah Daerah diharapkan semakin memperkuat ekosistem riset yang berkualitas, berbasis data, dan berorientasi pada solusi nyata. Sinergi ini juga menjadi langkah konkret dalam mendorong pengembangan desa wisata berbasis potensi lokal yang berkelanjutan, sekaligus mempercepat terwujudnya kebijakan pembangunan daerah yang lebih efektif dan berdampak luas bagi masyarakat. 
    5 days ago
  • Provinsi Gorontalo Raih Skor IDSD 2025 di Atas Rata-Rata Nasional

    Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) secara resmi meluncurkan Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) 2025 sebagai instrumen strategis untuk memperkuat peran daerah dalam mendukung daya saing nasional yang produktif dan inklusif. Peluncuran ini menjadi momentum penting dalam mendorong transformasi pembangunan berbasis inovasi dan penguatan ekosistem daerah.

    Kegiatan rilis IDSD 2025 diselenggarakan di Auditorium Sumitro Djojohadikusumo, Jakarta, pada Selasa, 24 Februari 2026. Acara tersebut dihadiri langsung oleh Kepala BRIN Prof. Arif Satria, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, serta Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto.

    Kegiatan yang digelar secara hybrid ini dihadiri oleh perwakilan dari 10 Kementerian/Lembaga serta diikuti oleh 546 Kepala Daerah dari seluruh Indonesia, baik secara luring maupun daring.

    Penguatan daya saing dalam kerangka IDSD mencakup penciptaan lingkungan yang kondusif bagi produktivitas jangka panjang. Hal ini meliputi peningkatan kualitas sumber daya manusia, perbaikan iklim usaha, penguatan sistem keuangan, hingga optimalisasi pemanfaatan teknologi dan inovasi dalam pembangunan daerah.

    Pada kesempatan tersebut, Gubernur Gorontalo yang diwakili oleh Staf Khusus Gubernur Bidang Infrastruktur dan Pariwisata, Bapak Boni Mochtar Ointoe, menerima sertifikat apresiasi dari Kepala BRIN atas capaian IDSD 2025 Provinsi Gorontalo dengan skor 3,58, yang berada di atas rata-rata nasional sebesar 3,50. Capaian ini menjadi wujud komitmen Pemerintah Provinsi Gorontalo dalam memperkuat daya saing dan inovasi daerah secara berkelanjutan.

    Dari 12 pilar yang diukur dalam IDS yang meliputi aspek lingkungan pendukung, sumber daya manusia, pasar, serta ekosistem inovasi, Provinsi Gorontalo mencatat peningkatan signifikan pada pilar infrastruktur dan sistem keuangan. Dibandingkan tahun 2024, skor kedua pilar tersebut meningkat sebesar 0,5 poin, menunjukkan perbaikan yang cukup progresif dalam mendukung aktivitas ekonomi dan investasi daerah.

    Kepala Bappeda Provinsi Gorontalo, Dr. Wahyudin Athar Katili, S.STP, MT, menyampaikan bahwa tantangan ke depan adalah memenuhi target Indikator Kinerja Utama Daerah dalam RPJMD 2025–2029.

    “Pada tahun 2026, Provinsi Gorontalo menargetkan skor IDSD sebesar 3,68 atau meningkat 0,1 poin dari capaian tahun ini. Untuk itu, dibutuhkan upaya kolaboratif seluruh pemangku kepentingan dalam memperkuat kualitas pembangunan daerah,” ujarnya.

    Pemerintah Provinsi Gorontalo optimistis bahwa dengan penguatan kebijakan berbasis riset dan inovasi, serta sinergi lintas sektor, target peningkatan daya saing daerah dapat tercapai secara berkelanjutan, sekaligus berkontribusi nyata terhadap peningkatan daya saing nasional.

    2 months ago
  • BAPPEDA dan JIKTI Gelar Diskusi Strategis, Siapkan Riset Kolaboratif untuk Gorontalo

    GORONTALO, 19 Februari 2026 — BAPPEDA Provinsi Gorontalo bersama perwakilan JIKTI (Jaringan Ikatan Peneliti Indonesia) wilayah timur yang di koordinir oleh Dr. Hijrah Lahaling S.H.I., M.H menggelar diskusi strategis sebagai persiapan Stakeholders Meeting dan Workshop Kolaborasi yang akan dilaksanakan pada 25–26 Februari 2026 di Gorontalo.

    Kegiatan ini merupakan tindak lanjut Forum Pengetahuan Peneliti Indonesia Timur 2025 hasil kolaborasi BaKTI–KONEKSI dan Pemerintah Daerah Provinsi Gorontalo, dalam rangka menyusun proposal riset kolaboratif untuk memperkuat kebijakan berbasis bukti.

    Dalam diskusi tersebut, beberapa tema yang sebelumnya dihimpun kembali dikerucutkan berdasarkan tingkat urgensinya. Lima tema yang dibahas meliputi pemberdayaan UMKM dan entrepreneurship berbasis potensi lokal, kebijakan inklusi sosial dan disabilitas, konservasi lingkungan dan energi terbarukan, penguatan tata kelola pemerintahan berbasis teknologi, serta pengembangan ekonomi hijau.

    Adapun hasil diskusi ini menunjukkan bahwa forum sepakat memfokuskan pada tiga tema utama yang memiliki urgensi tinggi dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat Gorontalo serta mengacu pada program strategis nasional dan prioritas provinsi gorontalo yang dituangkan dalam RPJMD 2025-2029. "Kalau tiga tema itu kan kita sudah tetapkan, tinggal merumuskan judul penelitian yang tepat untuk masing-masing tema,” ujar Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan, Tity Iriani Datau, STP, M.Si.

    Workshop yang akan dilaksanakan selama dua hari nanti akan difasilitasi oleh BaKTI-KONEKSI dan diikuti oleh tiga puluh lima orang peneliti aktif yang tergabung dalam JIKTI. Harapnya Kegiatan kolaboratif berikutnya akan menitikberatkan pada penyusunan judul penelitian, perumusan masalah, pemilihan metode, dan penetapan hasil yang jelas. Langkah ini memastikan setiap proposal siap dikembangkan lebih lanjut dan diajukan dalam skema kolaboratif yang terstruktur.

    2 months ago
  • BAPPEDA PROVINSI GORONTALO MEMBAHAS PEMBENAHAN TPA TOMILITO DIPERKUAT LEWAT RISET BERSAMA (BRIN)

    GORONTALO, 12 Februari 2026 — BAPPEDA Provinsi Gorontalo bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) membahas penguatan pengelolaan persampahan terpadu melalui optimalisasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Talumelito. Rapat ini menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga riset dalam merumuskan kebijakan dan penerapan teknologi pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

    Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Bappeda Provinsi Gorontalo, Tity Iriani  Datau, STP, M.Si menyampaikan bahwa persoalan persampahan merupakan isu lingkungan yang harus segera ditangani, terutama terkait potensi pencemaran air lindi di TPA Talumelito. Ia juga mengungkapkan bahwa sejak 2023, Provinsi Gorontalo telah menjalin kolaborasi internasional dengan Jepang dalam pengelolaan lingkungan sebagai bagian dari upaya mencari solusi jangka panjang.

    Dalam rapat tersebut, Bapak Marten memaparkan kondisi eksisting TPA Talumelito yang telah beroperasi sejak 2011 dan masih aktif hingga kini. Peningkatan timbulan sampah menjadi tantangan utama, dengan volume sampah masuk sekitar 140 ton dan tingkat penerimaan mencapai 70%. Keterbatasan kapasitas kolam serta pemilahan sampah yang belum optimal menyebabkan sistem landfill masih dominan digunakan.

    Dari aspek riset dan teknologi, disampaikan bahwa pengelola TPA telah menerima hasil kajian dari Institut Teknologi Bandung (ITB) terkait klasifikasi jenis sampah, serta melakukan pengujian kualitas air secara rutin dengan hasil yang dinyatakan aman. Peluang penerapan teknologi pemilah sampah otomatis turut dibahas, namun implementasinya masih memerlukan kejelasan kerja sama dan kajian menyeluruh dari sisi teknis, kebijakan, dan ekonomi.

    Sebagai penegasan, perwakilan BRIN menyampaikan dukungan terhadap pengelolaan persampahan berbasis riset agar kebijakan dan teknologi yang diterapkan tepat guna. Rapat ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, akademisi, dan lembaga riset dalam mewujudkan pengelolaan persampahan yang terpadu, adaptif, dan berkelanjutan di Provinsi Gorontalo.

    _ FHumas 

    2 months ago
  • BAPPEDA PROVINSI GORONTALO DAMPINGI GUBERNUR PADA SEMINAR CITY TO CITY LOW CARBON 2026, DI MATSUYAMA, EHIME - JEPANG

    Matsuyama, Jepang – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Gorontalo, Dr. Wahyudin Athar Katili, S.STP, MT, mendampingi Gubernur Gorontalo Dr. Ir. H. Gusnar Ismail, MM sebagai Pembicara Utama pada Seminar City-to-City Collaboration for Low Carbon Society yang digelar tanggal 5-6 Februari 2026 di Kota Matsuyama, Ehime Prefecture, Jepang. Kehadiran delegasi Provinsi Gorontalo juga sekaligus memenuhi undangan kehormatan Gubernur Ehime Prefecture, Tokihiro Nakamura.

    Seminar internasional tersebut dihadiri perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup Jepang serta delegasi dari berbagai negara peserta program City-to-City Collaboration for Low Carbon Society. Forum ini menjadi ajang berbagi pengalaman dan praktik terbaik antarwilayah dalam mendorong pembangunan berwawasan lingkungan dan rendah emisi karbon.

    Dalam pemaparannya, Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menjelaskan strategi Pemerintah Provinsi Gorontalo dalam pengelolaan dan pengendalian perubahan iklim, termasuk komitmen terhadap pembangunan rendah karbon yang inklusif dan berkelanjutan. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan perencanaan pembangunan, pemanfaatan teknologi ramah lingkungan, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

    Pada pertemuan khusus dengan Gubernur Ehime Prefecture, Gusnar Ismail bersama jajaran Pemerintah Provinsi Gorontalo membahas keberlanjutan kerja sama di sejumlah sektor strategis, antara lain lingkungan hidup (kelanjutan pekerjaan pengolahan air lindi di UPTD TPA Talumelito), pertanian (padi dan jeruk), perikanan (tuna), serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM). Dalam kesempatan itu juga dibahas kontribusi Ehime Prefecture melalui donasi empat unit ambulans yang saat ini telah beroperasional di RSU Hasri Ainun Habibie Provinsi Gorontalo.

     Penguatan kerja sama tersebut dimotori oleh Bappeda Provinsi Gorontalo bersama OPD terkait, dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan di daerah. Kolaborasi ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah, khususnya dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan.

    Selain mengikuti rangkaian seminar, delegasi Provinsi Gorontalo juga menyaksikan demonstrasi teknologi lingkungan dari perusahaan di Ehime Prefecture, yakni Daiki Axis dan Aiken Kakoki. Teknologi yang diperkenalkan berfokus pada pengelolaan limbah dan sistem lingkungan berkelanjutan.

     Ke depan, Pemerintah Provinsi Gorontalo berharap dapat menerapkan teknologi Joukatsu di berbagai sektor, termasuk fasilitas industri, rumah sakit, dan lokasi strategis lainnya di Gorontalo, sebagai bagian dari upaya penguatan pembangunan rendah karbon dan peningkatan kualitas lingkungan hidup.

    _Humas

    2 months ago