Bappeda Provinsi Gorontalo berkolaborasi dengan SKALA melaksanakan “Seminar Pemanfaatan Dashboard Kenaikan Muka Air Laut/Sea Level Rise (SLR) dan Sosialisasi Hasil Analisis Dampak SLR terhadap Layanan Dasar di Gorontalo” serta “Workshop penulisan Policy Brief tentang Dampak Kenaikan Muka Air Laut” pada 6-7 Mei 2026 di Aston Hotel Kota Gorontalo. Bidang Penelitian dan Pengembangan Bappeda Provinsi Gorontalo mengambil peran dalam memfasilitasi sekaligus menindaklanjuti hasil kerja sama antara Kementerian PPN/Bappenas dan SKALA yang telah melakukan Analisis Dampak Kenaikan Permukaan Air Laut untuk pengembangan Dashboard Sea Level Rise (SLR) sebagai alat analisis terintegrasi.
Seminar dan Sosialisasi ini dibuka oleh Bapak Drs. Risjon Sunge, M.Si selaku Staf Ahli Bidang Perekenomian, Keuangan, dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Gorontalo. Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber yaitu Mohammad Irfan Saleh, S.T, MPP, PhD. (Direktur Sumber Daya Air, Kementerian PPN/Bappenas), Dr. Muhammad Cholifihani, SE, M.A. (Direktur Kependudukan dan Jaminan Sosial, Kementerian PPN/Bappenas), Benjamin Sibarani, ST, MM (Perencana Sekretariat direktorat jendral Bina Bangda Kemendagri), Dr. Wahyudin A. Katili, S.STP., MT, (Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Gorontalo), Rahman Dako (Climate Change Impact Specialist SKALA Gorontalo). Mereka mengulas mengenai bagaimana perubahan iklim dapat memberikan dampak pada kenaikan muka air laut, pengaruh Kenaikan muka air laut terhadap masyarakat miskin, layanan publik, Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan layanan dasar masyarakat, mitigasi dampak bencana akibat permukaan air laut, serta tantangan dan hambatan implementasi perencanaan berbasis bencana. Seminar dan Sosialisasi ini juga dihadiri oleh jajaran OPD Provinsi Gorontalo, OPD Kabupaten/Kota terkait, unsur perguruan tinggi, Mitra Pembangunan dan Jaringan Masyarakat Sipil, SKALA Gorontalo serta partisipan Penulisan Policy Brief yang tergabung dalam Forum Analis Kebijakan Publik Provinsi Gorontalo.
Kegiatan ini juga memperkenalkan Aplikasi SEPAKAT yang berfungsi untuk mengidentifikasi wilayah rawan SLR dan memberikan data-driven insight mencakup indikator sosial-ekonomi, capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM), Gender, Disabilitas, dan Inklusi Sosial (GEDSI), analisis jarak, kualitas belanja, hingga prediksi berbasis machine learning. Dengan adanya Dashboard ini diharapkan Pemerintah Provinsi Gorontalo dapat mengenali kondisi wilayahnya serta mengetahui jumlah potensi warga dan fasilitas layanan terdampak sehingga kebijakan dapat disusun untuk pencegahan maupun mitigasi.
Seminar dan Sosialisasi ini kemudian dilanjutkan dengan Workshop penulisan Policy Brief pada hari ke-2 yang dipandu oleh Lead dan Tim Public Policy SKALA Pusat serta Tim SEPAKAT Direktorat Kempendudukan dan jaminan sosial Bappenas dengan tema Policy Brief : “Dampak Kenaikan Muka Air Laut, terhadap Pendidikan, Kesehatan, dan Sosial Ekonomi”, menggunakan data yang bersumber pada aplikasi SEPAKAT yang mengacu pada data Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek), Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) serta data dari Badan Pusat Statistik (BPS). Sesi ini memberikan arahan terkait tata cara penulisan, pembinaan, monitoring, presentasi hasil kerja penulisan dari masing-masing kelompok, dan penyampaian draft awal serta tindak lanjut Policy Brief.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini ditutup oleh Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Bappeda Provinsi Gorontalo, Tity Iriani Datau, S.PT., M.Si, yang menyampaikan hasil dari penulisan policy brief ini sebagai sangat penting dalam analisis kebijakan yang akuntabel, efektif, berbasis bukti terhadap isu publik terkait dampak kenaikan muka air laut di Provinsi Gorontalo dan berkomitmen untuk mengawal hasilnya nanti untuk dapat di diseminasikan kepada pemangku kebijakan di provinsi dan kabupaten/kota dalam agenda perencanaan pembangunan daerah.
Gorontalo, 24 September 2024 –
Tim dari Ehime Prefecture, Jepang,
melakukan kunjungan ke Provinsi Gorontalo untuk meninjau langsung potensi
sektor perikanan daerah ini. Dalam kunjungan tersebut, Tim Ehime didampingi
oleh Badan Perencanaan, Penelitian dan Pembangunan Daerah (BAPPPEDA) dan Dinas
Perikanan Provinsi Gorontalo. Kunjungan ini bertujuan untuk melihat dari dekat
hasil tangkapan ikan nelayan Gorontalo dan proses pengolahan ikan tuna, yang
merupakan salah satu komoditas unggulan provinsi ini.
Kunjungan
dimulai dengan melihat aktivitas para nelayan Gorontalo yang baru saja kembali
dari laut dengan membawa berbagai jenis tangkapan, termasuk ikan tuna. Tim
Ehime sangat terkesan dengan kekayaan sumber daya laut Gorontalo dan
keterampilan para nelayan dalam menangkap ikan secara berkelanjutan. Mereka
juga berdialog dengan nelayan setempat mengenai teknik penangkapan ikan yang
digunakan, serta tantangan yang dihadapi di lapangan.
"Melihat
langsung bagaimana nelayan Gorontalo bekerja dan memanfaatkan potensi laut ini
sangat luar biasa. Kami melihat ada banyak peluang untuk kolaborasi lebih
lanjut dalam pengelolaan perikanan yang berkelanjutan," ujar Kanako Seki
salah satu perwakilan dari Ehime
Prefecture.
Setelah
meninjau hasil tangkapan, Tim Ehime bersama BAPPPEDA dan Dinas Perikanan
melanjutkan kunjungan ke salah satu fasilitas pengolahan ikan tuna di
Gorontalo. Di sana, mereka menyaksikan proses pengolahan ikan dari tahap pembersihan
hingga pengemasan, termasuk pemotongan yang dilakukan oleh salah satu pegawai di
fasilitas pengolahan ikan tuna. Tim Ehime juga memberi apresiasi atas penerapan
standar kualitas internasional dalam proses pengolahan tersebut.
"Sekarang ini Ikan
tuna dari Gorontalo telah berhasil menembus pasar internasional dan diekspor ke
beberapa negara, yaitu Singapura, Amerika Serikat, dan Taiwan, berkat
kualitasnya yang tinggi dan proses pengolahan yang sesuai dengan standar global,"
ujar Mohamad Saripi Manager
fasilitas pengolahan ikan tuna
UD Battousai.
Kunjungan
ini menjadi langkah penting dalam memperkuat hubungan kerjasama antara Provinsi
Gorontalo dan Ehime Prefecture, khususnya dalam pengembangan sektor perikanan
yang berkelanjutan dan berdaya saing tinggi di pasar global. (A. Berliansyah Manyoe)
Pohuwato,
Gorontalo - Sejumlah UMKM Produk Olahan Minyak Kelapa mengikuti pelatihan
pengolahan minyak kelapa oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di
Kecamatan Paguat Kabupaten Pohuwato pada Rabu, 18 September 2024. Kegiatan ini
dilaksanakan oleh BRIN bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Gorontalo dan
Kabupaten Pohuwato. Pelatihan ini sebagai tindak lanjut dari riset tentang
kemiskinan di Provinsi Gorontalo yang dilaksanakan oleh BRIN beberapa waktu
yang lalu. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan ketrampilan masyarakat
dalam mengolah hasil pertanian dan membuka peluang usaha baru.
Kepala Bapppeda Provinsi Gorontalo
saat membuka kegiatan tersebut diwakili oleh Kepala Bidang Riset dan Inovasi
Bapppeda Provinsi Gorontalo Tity Iriani Datau, S.TP, M.Si mengatakan bahwa
pelatihan ini sangat penting karena Gorontalo termasuk penghasil kelapa di
tanah air sehingga potensi ini dapat dikembangkan menjadi pasar yang baik serta
dapat mengangkat penghasilan masyarakat setempat. “Kami berharap melalui
pelatihan ini warga dapat memproduksi minyak kelapa berkualitas dan dapat
memasarkannya dengan harga yang bersaing” ujarnya.
Agus Sucipto salah satu peneliti dari
BRIN mengapresiasi pemerintah Provinsi Gorontalo karena kegiatan ini jika tidak
beroleh respon positif dari pemerintah daerah tidak bisa efektif
pelaksanaan. “Kami berterimakasih kepada
pemerintah Provinsi Gorontalo serta 3 Kabupaten terpilih, untuk hari pertama
ini dilaksnakan di Kabupaten Pohuwato berikutnya ke Kabupaten Boalemo dan
Kabupaten Gorontalo” jelas Cipto panggilan akrabnya.
Selama pelatihan peserta diajarkan
mulai dari pemilihan kelapa yang baik, proses pembuatan minyak kelapa. Para
peserta tampak antusias mengikuti setiap tahapan pelatihan.
Hadir pada kesempatan tersebut juga
dari unsur Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Gorontalo,
Muindar. “BPOM terus mensupport kegiatan seperti ini karena sangat bernilai
terutama bagi masyarakat yang bermata pencaharian sebagai petani kelapa”
urainya.
Hidayat salah satu peserta di
Kabupaten Pohuwato, mengaku sangat senang mengikuti pelatihan ini. “Saya baru
tahu ternyata membuat minyak kelapa itu mudah. Saya ingin mencoba membuat
minyak kelapa sendiri dirumah” pungkasnya dengan gembira.
Ke depan, penyelenggara berencana
untuk memberikan pendampingan kepada peserta agar mereka dapat mengembangkan
usaha minyak kelapa secara berkelanjutan.
GORONTALO, Bapppeda Provinsi
Gorontalo - Badan Perencanaan,
Penelitian dan Pengembangan Daerah (BAPPPEDA) Melaksanakan Rapat
Evaluasi Pelaksanaan Program Kegiatan Bulan Agustus Tahun Anggaran 2024 Lingkup
Bapppeda Provinsi Gorontalo di ruang rapat Karawo Lt.3 Bapppeda, (4/09/2024).
Kegiatan
tersebut dipimpin langsung oleh Plt kepala Bapppeda Ir. Handoyo Sugiharto dan
dihadiri oleh Sekretaris, para kabid dan seluruh ASN Lingkup Bapppeda Provinsi
Gorontalo.
Adapun tujuan dari rapat
evaluasi pelaksanaan program kegiatan ini adalah untuk mengetahui sejauh mana
tingkat realisasi atas pelaksanaan kinerja program kegiatan sampai dengan bulan
Agustus tahun anggaran 2024.
Kepala Bapppeda Ir. Handoyo Sugiharto mengarahkan
kepada Sekretaris dan Kepala Bidang untuk melaporkan terkait permasalahan apa
yang dihadapi setiap bidang agar bisa dicarikan jalan keluar guna kelancaran
program kegiatan Bapppeda tahun Anggaran 2024 bisa berhasil’’ ungkapnya.
Kemudian rapat dilanjutkan dengan
paparan Evaluasi Pelaksanaan Program Kegiatan oleh tiap tiap kepala
Bidang dan Sekretaris Bapppeda Provinsi Gorontalo.
Ir.
Handoyo Sugiharto mengatakan, rapat ini memainkan peranan yang penting dalam
tahapan pelaksanaan pembangunan, karena melalui kegiatan ini kita dapat
mengkaji kesesuaian kegiatan yang dilakukan dan perencanaan yang telah disusun
agar terlaksana dengan baik.,tutupnya.
GORONTALO, Setelah
Sepekan, dari 2 Agustus 2024 Badan Perencanaan, Penelitian dan Pembangunan
Daerah (Bapppeda) Provinsi Gorontalo menggelar Pekan Olahraga dan Seni
(Porseni) antar bidang dengan mengangkat tema “Menyala Bapppedaku” dalam rangka
memeriahkan (HUT) ke-79 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia Akhirnya
ditutup pada hari jumat 23 Agustus 2024.
Penutupan Porseni ini
dilakukan oleh Kepala Bapppeda Ir. Handoyo Sugiharto di Ballroom Karawo Lt.3 Bapppeda Provinsi Gorontalo pada Jumat (23/8/2024).
Penutupan Pekan Olahraga
dan Seni (Porseni) ini ada beberapa kegiatan, salah satunya penyerahan Bonus dan
Hadiah bagi pemenang oleh Kepala Bapppeda Provinsi Gorontalo Ir. Handoyo
Sugiharto menandakan Porseni memperingati HUT RI ke-79 telah berakhir dan
sukses di selenggarakan dengan baik.
Pada
kegiatan ini juga diumumkan yang menjadi Juara 3, Juara 2, dan Juara Umum
perolehan medali. Juara 3 di raih oleh Bidang PSDA, dengan total medali
sebanyak 9 medali, 3 emas, 2 perak, dan 4 perunggu. Sementara Juara 2 dipegang
oleh Bidang PPM dengan perolehan medali sebanyak 13 medali, 4 emas, 4 perak,
dan 5 perunggu. dan untuk Juara Umum pada Porseni 2024 Berhasil diraih oleh
Sekretariat Bapppeda Provinsi Gorontalo, dengan perolehan medali sebanyak 12
medali, 6 emas, 5 perak, dan 1 perunggu.
Kepala Bapppeda berharap
pekan olahraga dan seni (Porseni) antar bidang ini dapat terus meningkatkan kekompakan
dan keharmonisan dan terus menumbuhkan jiwa patriotik untuk kita semua
terkhusus Bapppeda Provinsi Gorontalo.
“Saya ucapkan terimkasih
untuk panitia penyelenggara dan penanggung jawab kegiatan ini serta para pemain
yang ikut dalam memeriakan kegiatan Porseni kali ini sehingga sukses di
selenggarakan,” tutup Kepala Bapppeda.
Gorontalo,
Bapppeda – Sekretariat Badan Perencanaan, Penelitian dan Pembangunan Daerah Provinsi
Gorontalo menggelar
Rekonsiliasi Pengukuran Sub Kegiatan/ Kegiatan/Program/ Indikator Kinerja
Bapppeda Provinsi Gorontalo. Rapat di Buka oleh Sekretaris Bapppeda Provinsi Gorontalo
Nalienly Grace F. Rawung, SP, M.Si itu berlangsung di RM. MERANTI INDAH Kab.
Bone Bolango, Kamis (27/6/2024).
Maksud
dari kegiatan dilakukam untuk pemenuhan data pada Evaluasi Berjenjang tahun
2023 dan 2024. Kegiatan diadakan Dalam rangka pelaksanaan Evaluasi Berjenjang
atas capaian pelaksanaan kegiatan internal Bapppeda.
Kegiatan
tersebut dihadiri oleh Oleh Tim Tenaga IT Bapppeda serta para pejabat
Struktural,pejabat Fungsional madya dan Muda serta Para pelaksana dan PTT
lingkup Sekretariat Bapppeda Provinsi Gorontalo.
‘’Sekretaris
Bappeda Grace F Rawung dalam paparannya
menjelaskan tentang aplikasi SIMONELI terdiri dari Informasi Target dan realisasi
pada Program,kegiatan dan Sub Kegiatan pada Bapppeda Provinsi Gorontalo Harapanya
agar aplikasi ini di manfaatnya sebaik mungkin agar memudahkan kita untuk melihat
capaian pelaksanaan setiap kegiatan yang ada di Bapppeda Provinsi Gorontalo dan
juga sebagai data dukung pada evaluasi sakip pada tahun tahun berikutnya’’
Aplikasi
ini masih dalam pengembangan oleh tim IT Bapppeda Provinsi Gorontalo
dikarenakan masih akan dimaksimalkan penginputan sub kegiatan gaji dan
tunjungan ASN Lingkup Bapppeda Provinsi Gorontalo,’’ ucap Royana Monoarfa.
Kemudiam
kegiatan dilanjutkan dengan penginputan Sub Kegiatan/Kegiatan/Program/ sebagai
bahan data pada Evaluasi Berjenjang tahun 2023 dan 2024.